berita

Sekeluarga Tewas, Korban Keracunan Di Bekasi 2 Diantaranya Selamat

Sekeluarga Tewas, Korban Keracunan Di Bekasi 2 Diantaranya Selamat

Bekasi РBekasi saat ini sedang dihebohkan dengan adanya berita sekeluarga tewas https://www.aa-tv.com/ karena keracunan, 3 anggota tewas dan 2 sisanya sedang dirawat di rumah sakit.

Kesaksian Dari Warga Sekitar Rumah Korban

Berdasar pernyataan tetangga, 5 orang satu keluarga keracunan di Bekasi itu dijumpai baru tinggal di lingkungan rumahnya di Kelurahan Ciketing Udik, RT 02/RW 03, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa barat, sepanjang dua minggu.

“Yang bapak, sama satu anak tanggung sudah 2 mingguan tiba. Jika ibu, sama anak kecil sama anak tanggung yang satu kembali baru dari Senin tempo hari, minggu ini tiba,” kata seorang masyarakat, Nur Aisah (35), di lokasi Sabtu (14/1/2023).

Aisah akui belum mengenali keluarga itu karena mereka baru berpindah.”Mereka baru. Kita kan tidak begitu ngertilah,” katanya.

Salah seorang tetangga namanya Ami (60) menyebutkan, malam saat sebelum diketemukan lemas terkapar di rumah, beberapa korban satu keluarga keracunan di Bekasi sempat menumpang melihat bola dalam suatu warung. Ami akui masih menyaksikan beberapa korban pada keadaan sehat pada Rabu (11/1) malam.

“Kan ia hari Rabu jam empat menonton bola di sini beramai-ramai, tuh. Ibunya sama anaknya menonton bola tuh sama Emak,” kata Ami saat dijumpai Sabtu (14/1/2023).

Karenanya, Ami akui terkejut saat ketahui sekeluarga itu diketemukan terkapar lemas di kontrak. Karena, katanya, salah satunya bagian keluarga sempat mohon pamit padanya untuk pulang ke luar kota saat malam itu.

Keadaan Terbaru Korban Yang Selamat dari Keracunan

Aparat keamanan ungkap keadaan dua korban selamat dalam kejadian satu keluarga keracunan di Bekasi. Keadaan kesehatan ke-2 nya dipastikan terus lebih baik semenjak diketemukan terkapar di dalam rumah kontrakannya.

“NA mulai lebih baik keadaannya. Sementara yang di ICU juga terlepas, tinggal memakai selang, memakai selang lewat hidung, tidak lewat mulut kembali dan bisa bicara. Tinggal kemungkinan semoga menanti rekondisi,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki dalam temu jurnalis di RSUD Bantargebang, Sabtu (14/1/2023).

Mayat 3 Korban Meninggal Keracunan Sudah Diautopsi

Ke-3 mayat meninggal dalam kejadian sekeluarga keracunan di Bekasi itu telah diautopsi. Seterusnya mayat diberikan ke keluarga, lalu dibawa ke Cianjur, Jawa Barat.

“Pada 5 orang korban yang diketemukan oleh saksi, 3 orang sudah wafat. Telah dilaksanakan autopsi dan telah diberikan ke keluarganya, telah tiba dari Cianjur,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki di RSUD Bantargebang, Bekasi, Sabtu (14/1/2023)

Saksi Kasus Satu keluarga Keracunan Dicheck

Sekitar keseluruhan 7 orang saksi berkaitan kasus sekeluarga keracunan di Bekasi sudah dicheck di tempat. Ini dikatakan oleh Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki.

“Dari peristiwa itu kita sudah lakukan pengecekan pada saksi, ada tujuh orang,” kata Kombes Hengki, ke reporter di RSUD Bantargebang, Sabtu (14/1/2023).

Adapun saksi-saksi yang dicheck yaitu tetangga sampai bekas suami dari salah satunya korban. Disamping itu, pemilik warung tempat korban beli kopi satu hari saat sebelum diketemukan lemas terkapar di tempat tinggalnya ikut dicheck.

5 orang pada sebuah keluarga di Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, diperhitungkan keracunan dan 3 salah satunya meninggal. Aparat keamanan sekarang ini masih cari kehadiran suami korban.

Daftar Korban Keracuran

1. AM (40): wafat
2. RA (20): wafat
3. MR (16): wafat
4. MDS (34) dirawat di RS
5. NA (5): dirawat di RS

AM ialah ibu dari RA dan MR yang wafat. AM awalnya telah berpisah lalu menikah kembali. Suami AM sekarang ini rupanya tidak berada di lokasi peristiwa saat satu keluarga keracunan sampai wafat.

“Tidak berada di tempat peristiwa dan kita akan kerjakan panggilan dan pengecekan. Kita akan kontak, kita akan mencari,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki di RSUD Bantargebang, Bekasi, Sabtu (14/1/2023).

Baca Juga : Tunjukan Bakat, Amora Lemos Ikuti Jejak Ibu

Aparat keamanan belum ketahui kehadiran aktor. Saat penemuan satu keluarga keracunan itu, si suami pun tidak berada di rumah itu.

“Karena sampai saat ini Kasat Reskrim tidak ada data kehadiran yang berkaitan ada di mana, karena waktu saat peristiwa tidak berada di tempat,” papar ia.

Sekarang ini, dua korban selamat MDS dan NR masih jalani perawatan di RSUD Bantargebang. Keadaan ke-2 korban perlahan-lahan lebih baik. NS telah dipindah ke ruangan rawat inap biasa, sementara MDS masih di ruangan ICU jalani perawatan intens.

“NA mulai lebih baik keadaannya. Sementara yang di ICU juga terlepas, tinggal memakai selang, memakai selang lewat hidung, tidak lewat mulut kembali dan bisa bicara. Tinggal kemungkinan semoga menanti rekondisi,” kata Kombes Hengki

Saksi-saksi yang dicheck itu, yaitu tetangga dan bekas suami dari salah satunya korban. Tidak itu saja, Aparat keamanan ikut mengecek pemilik warung tempat korban beli kopi satu hari saat sebelum diketemukan terkapar di tempat tinggalnya.

“Kita telah lakukan pengecekan saksi. Ada 7 orang, baik yang tinggal disekitaran rumah kontrak, pemilik kontrak atau pemilik warung yang diumumkan dari yang hidup, ia saat malam hari beli kopi merk satu produk tertentu,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki ke reporter, Sabtu (14/1).

Selainnya pengecekan saksi, Aparat keamanan ambil contoh muntah sampai kotoran korban. Hal tersebut dilaksanakan buat penyidikan kasus itu.

Dalam pada itu, sudah lakukan autopsi pada tiga mayat korban yang dipastikan wafat karena kejadian itu.

Adapun sampai sekarang ini Aparat keamanan masih menyelidik ada-tidaknya elemen pidana dalam kasus itu.

Awalnya, sekeluarga di Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat diperhitungkan keracunan, Kamis (12/1). Satu keluarga itu terbagi dalam 5 orang.

Dari 5 orang itu, 3 orang disampaikan wafat. Sementara dua yang lain masih juga dalam perawatan.

Aparat keamanan menjelaskan, keadaan satu keluarga itu dijumpai saat masyarakat dengar suara rintihan wanita dari rumah kontrak itu. Mereka lalu menyaksikan dua bagian keluarga itu telah terkapar di ruangan tamu, pada kondisi mulutnya keluarkan busa.

Kemudian, masyarakat itu langsung memberitahukan piranti dusun di tempat. Piranti dusun bersama beberapa masyarakat masuk ke rumah itu, dan mendapati 3 orang yang lain.

“Seseorang wanita terkapar di kamar belakang bersama satu anak kecil yang sadar diri dan seseorang lelaki yang terkapar di kamar depan. Berdasarkan penjelasan saksi satu dan dua jika semua korban sudah keluarkan busa dari mulutnya,” kata Zulpan dalam penjelasannya, Kamis (12/1).